Keunikan Otak Besar

Kalau sebuah komputer mengalami kerusakan pada monitornya, lalu  monitornya kita ganti tentu tampilan destopnya tidak mengalami perubahan. Lain halnya jika CPU-nya kita ganti tentu tampilan pada destopnya akan berubah, hal ini terjadi karena pada CPU telah tersimpan berbagai macam data dan  aplikasi untuk menjalankan perangkat komputer, CPU sebagai pusat Informasi pada komputer, sehingga jika CPU rusak maka Monitor, Keyboard, printer, dan perangkat lainnya tidak berguna lagi. Begitupun jika seseorang melakukan cangkok jantung atau hati, tidak akan merubah sifat seseorang, tapi andaikan ada yang namanya cangkok otak, saya yakin orang tersebut akan berubah sikap dan tingkah lakunya sesuai sikap dan tingkahlaku yang dimiliki oleh sipemilik otak tersebut, dan saya yakin anda pun akan berpikiran dengan saya. Karena Otak sama halnya dengan CPU nya manusia

Pada dasarnya otak manusia terdiri dari 3 bagian utama yaitu, Otak besar, otak kecil, dan batang otak. Ketiga bagian otak inilah yang mengontrol segalah aktifitas tubuh. Otak besar terdiri dari dua belahan (kiri dan kanan) setiap belahan terdiri dari 4 ruang (Lobus) masing-masing Frontalis, Parietalis, oksipitalis, dan Temporalis. Sedangkan otak kecil juga terdri dari 2 belahan (kanan dan kiri) yang dihubungkan oleh jembatan varol. Kelainan pada otak kecil akan berakibat terganggunya keseimbangan tubuh, sehingga mengancing bajupun tidak sanggup. Sementara batang otak merupakan penghubung antara otak dan sumsung tulang belakang, menentukan tertidur atau terjagnya seseorang, dan batang otak pula yang mengontrol kecepatan denyut jantung, pernapasan dan tekanan darah manusia.

5 Fakta menarik otak besar

1. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan belahan kanan. Uniknya, kedua belahan otak ini bekerja secara berkebalikan. Belahan otak kiri mengatur fungsi tubuh bagian kanan, sebaliknya otak kanan mengatur fungsi tubuh bagian kiri.

2. Otak sebelah kanan cendrung mengontrol sifat sosial dan seni seseorang, sedangkan Otak besar sebelah kiri berhubungan kecerdasan intelektual seseorang. Jika otak kanan yang berkembang dengan baik maka biasanya seseorang akan memiliki sifat sosial yang baik, dan memiliki jiwa seni yang kuat. Tapi jika otak kiri berkembang baik maka sikap intelektual, logika yang dominan . itulah sebabnya terkandang ada orang yang kelihatan cerdas tapi hubungan dengan sosialnya kurang baik terhadap sesamanya bahkan cenderung otoriter dan kelihatan angkuh, alangkah baiknya jika kedua belahan tesebut berkembang dengan baik sehingga jadilah manusia yang cerdas sesungguhnya (baik secara intelektual maupun secara sosial).

3. Otak depan (lobus frontal) merupakan pusat kesadaran, pusat berpikir, dan pusat ingatan. Bagian inilah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Dengan adanya isi dari lobus frontal manusia mampu berpikir untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.

4. Pada lobus oksipital terdapat pusat saraf penglihatan yang mampu membedakan berbagai macam warna serta berbagi bentuk benda. Menariknya otak belakang sebelah kiri biasanya digunakan untuk mengenal/mengamati huruf dan angka-angka sedangkan sebelah kanan untuk mengamati gambar dan bentuk.

5. Otak besar sebelah kanan dan otak besar sebelah kiri dihubungkan oleh Korpus Kalosum (Golden Bridge). Melalui penghubung ini seluruh informasi yang diperoleh disampaikan dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Raih Kemuliaan dengan Ilmu

Menuntut ilmu itu wajib bagi kita sebagai manusia yang beradab, dengan ilmu manusia dapat menggapai dunia, dengan ilmu manusia mendapat ridha Allah di akhirat nanti, dengan ilmu pula manusia bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat. Tidak hanya itu manusia mulia dimata Allah dan manusia lain dengan ilmu yang dimilikinya.

Ilmu yang kita mililki harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan mengaplikasikannya  dalam kehidupan sehari-hari, supaya dapat berguna bagi orang lain dan mendapat ridha Allah SWT. Hanya dengan jalan itu manusia dapat berguna bagi orang yang ada di sekitarnya. Bahkan kalau kita ikhlas dalam memberikan atau mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada orang yang belum tahu, akan menempatkan orangnya dalam kedudukan yang terhormat dan mulia. Karena pada dasarnya ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi yang memilkinya didunia dan akhirat. Seperti Sabda rasulullah berikut.

“Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’)

Ilmu yang kita miliki tak akan habis hanya dengan berbagi, justru sebaliknya, ilmu kita semakin bertambah dan lebih dari itu akan mendapat kemuliaan disisi Allah apalagi disisi manusia. Ilmu yang kita miliki tak bisa lepas dari tubuh kita, harta bisa saja meninggalkan kita dengan berbagai sebab, tapi ilmu hanya nyawa yang bisa memisahkan dari raga kita. Olenya itu tuntutlah ilmu dengan ikhlas kapan dan dimanapun kita berada. Bahkan kita sudah matipun masih menerima pahalanya dari arang yang mengamalkan ilmu yang pernah kita ajarkan, sungguh menabjukkan…..

Setelah manusia wafat manusia akan putus segalah urusannya di dunia kecuali 3 (tiga) hal yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta doa dari anak yang saleh. Ilmu yang pernah kita ajarkan pada orang lain, akan terus kita terima pahalanya selama orang itu mengamalkannya Itulah sebabya kita diwajibkan menuntut ilmu untuk mencapai kemuliaan didunia dan diakhirat. Hanya dengan ilmu kita bisa mulia didunia dan akhirat.

Guru Juga Manusia

Guru berarti Diguguh dan ditiru, merupakan sosok yang menjadi teladan/panutan bagi siswanya. Seorang Guru bukan sekedar mengajar di depan kelas tapi lebih dari itu  guru harus mendidik para siswanya agar menjadi manusia yang bertaqwa dan memiliki sikap yang tangguh (jujur, berakhlak baik, disiplin, bertanggung jawab dan menguasai ilmu dibidangnya). Guru adalah contoh atau model bagi siswanya bukankah ada pepatah Guru kencing berdiri, murid kencing berlari sebaiknya seorang guru selalu melakukan hal yang baik karena biasanya siswa meniru apa yang dilkukan atau diperbuat oleh gurunya, makanya jangan memberikan contoh yang buruk kepada siswa. Guru juga adalah bagian dari masyarakat olehnya itu seorang guru harus bisa disegani melalui sikap dan prilakunya. Karena itulah profesi sebagai guru bukan hal yang mudah.

Guru memiliki andil yang besar dalam membentuk karakter bangsa dan bertanggung jawab dalam mendidik dan mencerdaskan penerus bangsa. Peran guru sebagai pembentuk karakter bangsa dapat dilihat dari output didikannya dalam membentuk manusia berkarakter unggul (Bertanggung jawab, disiplin, rela berkorban, memilki jiwa patriot terhadap bangsa dan negara). Dengan karakter tersebut diharapakan dapat menjadi jembatan dalam mencapai kejayaan bangsa. Sedangkan guru yang bertanggung jawab dalam mendidik dan mencerdaskan penerus bangsa dapat dilhat dari ilmu yang guru milliki sehingga dengan penguasaan ilmu yang diterapkan pada siswanya diharapkan mampu membentuk manusia-manusia yang cerdas, sehingga dengan kecerdasan yang dimilkinya dapat dimanfaatkan menggapai kejayaan bangsa dan negara. Sehingga tidaklah berlebihan jika ungkapan bahwa guru itu adalah pahlawan walapun tidak memiliki tanda jasa.

Guru dalam mendidik siswanya haruslah memiliki sikap sabar dan yang lebih penting lagi guru mutlat ikhlas dalam menjalankan profesinya. Jika seorang guru dalam mentransfer ilmu kepada siswanya dengan  sabar dan keikhlasannya dia akan disayangi dan diridhai oleh Allah SWT. Bukankah? hanya dengan ridhaNya kita akan masuk syurga. Selain itu jika siswa memanfaatkan ilmu yang diajarkan oleh guru kepada hal-hal yang berguna sehingga banyak orang yang merasakan manfaatnya tentulah guru juga akan mendapat pahala bahkan seorang guru tersebut sudah matipun akan memetik pahalanya sungguh….  pahala yang tak ada putus-putusnya. Saya setuju pada kalimat gurulah nantinya yang pertama masuk syurga. Maka berbahagialah bagi seorang guru yang sabar dan ikhlas dalam mendidik siswanya anda dijamin masuk surga.

Guru juga manusia yang tetap jauh dari kesempurnaan, sehingga dalam mendidik siswanya sering terjadi kesalahan, tetapi seorang guru seharus selalu berinrtopeksi diri dari setiap kesalahan yang diperbuatnya. Adapun guru yang sering melakukan hal yang tak senonoh terhadap siswanya adalah guru tak memahami arti guru itu sendiri, bukankah guru adalah sosok yang patut untuk diteladani dan ditiru segala prilakunya. Oknum guru yang semacam ini wajarlah kalau diberhentikan saja sebagai guru karena perannya sebagai pendidik diabaikan, bukannya mencerdaskan penerus bangsa malah menghancurkannya. Tugas guru itu mulia jadi jangan dinodai dengan prilaku yang tidak bertanggung jawab.

Dari uraian di atas bahwa guru harus memilki prilaku yang dapat dijadikan panutan oleh siswanya, sehingga dapat membetuk karakter yang tangguh dan mempu mencerdaskan generasi penerus bangsa . dengan sikap sabar dan keikhlasannya dalam medidik siswa seorang guru akan menjadi calon penghuni surga. Perlu juga diketahui bahwa guru juga manusia yang tak luput dari kesalahan dalam mendidik peserta didiknya. Sebenarnya jika seorang guru mengerti apa artinyaœguru perlakuan yang tidak bertanggung jawab terhadap siswa tidak akan terjadi.

Prestasi Bukan Indikator Kecerdasan

Guru sebagai pendidik tentu selalu mrngharapkan mencetak siswa yang cerdas, yang kelak dengan ilmu yang diberikan kepada siswanya akan bermanfaat bagi dirinya, orang lain bahkan pada bangsa dan negaranya. pada dasarnya siswa yang memiliki tingkat intelektual yang tinggi dikatakan sebagai siswa yang cerdas. tetapi sebatas itukah seorang siswa dikatakan cerdas ?

Cerdas sesungguhnya apabila karakter intelektual, emosional dan sapritual menyatu dalam diri peserta didik. dalam pandangan orang awan keerdasan peserta didik hanya diukur dari hasil prestasi akademiknya yang gemilang. tetapi pada kenyataannya tidak sedikit peserta didik memiliki prestasi akademik unggul tapi tingkah lakunya sering membuat tidak nyaman gurunya, bahkan teman-temannya sendiri tidak menyukai kelakuannya. dan lebih para lagi mereka tidak taat menjalankan perintah agama dan kepercayaan yang mereka anut. apakah peserta didik semacam ini memiliki kecerdasan ? kalau jawabannya ya… apa bedanya kita dengan orang awam.

karakter intelektual, emosional dan spritual harus menyatu dalam diri peserta didik, sehingga dimasa depan menghasilkan manusia yang unggul tidak hanya pada akademik yang gemilang, tetapi menghasilkan manusia yang memiliki mental yang selalu berpikiran positif dan menjadi insan yang taat pada agama dan kepercayaan yang dianutnya. untuk menggapai semua itu menjadi tugas utama seorang guru olehnya itu guru harus menjadi “agen perubahan”.

Prestasi gemilang seorang siswa bukanlah indikator bahwa siswa tersebut cerdas, karena prestasi yang gemilang, yang tidak diikuti sikap emosional yang mantap dan kesadaran spritual yang tinggi akan merugikan orang lain bahkan dirinya sendiri. olehnya itu ketiga unsur tersebut harus ada dalam diri peserta didik dan itulah kecerdasan yang sesunggunya.

Jadwal kuliah

kuliah perdana tanggal 7 September 2013

Pengurusan KRS tanggal 9 September 2013